Kamis, 16 Februari 2012

Kegiatan Ekonomi dan Pelaku-pelakunya

Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan manusia yang ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam kegiatan ekonomi terdiri dari Produksi (kegiatan menghasilkan barang dan jasa), Distribusi (kegiatan menyalurkan barang dan jasa) dan konsumsi (kegiatan menggunakan atau memakai barang dan jasa).

Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa atau kegiatan yang menambah nilai kegunaan atau manfaat suatu barang dan jasa. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa, sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Kegiatan produksi mempunyai tujuan sebagai berikut :
a.       Menghasilkan barang dan jasa
b.       Meningkatkan nilai guna barang dan jasa.
c.        Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
d.       Meningkatkan keuntungan.
e.       Memperluas lapangan usaha.
f.         Menjaga kesinambungan usahaan.
Setiap orang pasti membutuhkan barang dan jasa tentu ada unsur-unsur yang digunakan dalam proses produksi. Unsur-unsur tersebut disebut dengan faktor produksi. Faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi terdiri dari sumber daya alam,modal, tenaga kerja, dan kewirausahaan.
a.       Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam disini meliputi segala sesuatu yang ada dibumi seperti tanah, tumbuhan, hewan, udara, sinar matahari, air dan bahan tambang. Faktor produksi sumber daya alam merupakan faktor produksi asli karena memang telah tersedia di alam secara langsung.
b.       Modal
Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalnya, cangkul untuk produksi pertanian. Jala untuk menghasilkan ikan. Jadi, modal tidak berupa uang saja, walaupun uang memang termasuk modal.
c.       Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan untuk proses produksi. Hal tersebutkarena walaupun telah tersedia sumber daya alam dan modal, tanmpa ada tenaga kerja kerja yang mengolahnya tidak akan ada proses produksi.barang dan jasa pun tidak akan pernah terwujud. Tenaga kerja dapat dikelompokan sebagai berikut.
1.       Tenaga kerja kasar, yaitu tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah dan tidak mempunyai keahlian dalam suatu bidang pekerjaan. Tenaga kerja ini hanya mengandalkan kekuatan fisik dalam melaksanakan pekerjaan.  Contoh : kuli angkut, buruh tani, kuli bangunan dan sebagainya.
2.       Tenaga kerja terampil,yaitu tenaga kerja yang mempunyai keahlian tertentu yang diperoleh dari pendidikan atau pengalaman kerja. Contoh : montir mobil, tukang cat, salesman, juru tulis, tenaga reparasi dan sebagainya.
3.       Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan ahli dalam bidang-bidang tertentu, contoh: dokter, akuntan, pengacara, guru, dan sebagainya.
d.       Kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaaan perlu dimiliki oleh pengusaha. Pengusaha berperan mengatur dan mengombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan meningkatkan kegunaan barang dan jasa secara efektif dan efisien. Untuk dapat mengatur dan mengombinasikan faktor-faktor produksi pengusaha harus mempunyai kemampuhanmerencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan usaha.
Berdasarkan pengertian produksi tentu anda paham kegiatan produksi sangat beragam. Bidang  produksi dapat dikelompokan sebagai berikut.
a.       Bidang ekstraktif, yaitu kegiatan yang bergerak dalam bidang pengumpulan kekayaan alam secara langsung tanpa mengubah sifatnya. Contohnya adalah pertambangan, pengambilan pasir di sungai, penebangan kayu dihutan, dan penangkapan ikan dilaut.
b.       Bidang agraris, adalah kegiatan produksi yang bergerak dalam bidang pengolahan alam berupa tumbuhan dan hewan. Misalnya pertanian, perkebunan, dan perikanan darat.
c.        Bidang industri atau pengolahan, adalah kegiatan produksi yang bergerak dalam bidang pengolahan suatu barang menjadi bentuk barang atau barang baru. Contohnya pengolahan kayu atau mebel, pengolahan makanan, dan industri garmen.
d.       Bidang perdagangan, adalah kegiatan produksi yang bergerak dibidang jual beli barang hingga terjadi perpindahan hak milik barang tersebut, contohnya toko swalayan, kios, pedagang asongan, dan toko glosir.
e.       Bidang jasa, adalah kegiatan produksi yang bergerak dibidang pelayanan jasa. Misalnya perhotelan, perbankan, asuransi, salon, dan transfortasi.
Berdasarkan pengelompokan kegiatan produksi diatas, ada beberapa tahap produksi yang perlu anda ketahui. Perhatikan pengelompokan kegiatan produksi berdasarkan tahap produksi.
a.       Tahap produksi primer, yaitu tahapan prooduksi yang menghasilkan kegunaan dasar yang meliputi produksi ektraktif dan agraris.
b.       Tahap produksi sekunder, yaitu produksi yang menghasilkan kegunaan bentuk yang meliputi industri industri atau pengolahan.
c.        Tahap produksi tersier, yaitu produksi yang menghasilkan bidang perdagangan dan jasa.
Kegiatan produksi akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dan penambahan kebutuhan manusia. Perluasan produksi mengandung arti perluasan dan maningkatkan produksi dengan maksud untuk meningkatkan produk baik baik secara kuantitatif maupun kualititatif. Peningkatan produk secara kuantitatif dapat berarti peningkatan jumlah produk
Sedangkan, peningkatan kualitatif dapat berarti peningkatan jenis dan mutu produk. Ada beberapa alasan perlunya perluasan produksi yaitu sebagai berikut.
a.       Adanya penambahan kebutuhan manusia baik secara jasmani maupun rohani.
b.       Adanya barang yang mulai rusak atau aus, jadi perlu adanya penggantian.
c.        Adanya keinginan manusia untuk meningkatkan kemakmuran dan tarif hidupnya.
Perluasan produksi dapat dilakukan dengan cara berikut.
a.       Ektensifikasi, adalah perluasan produksi dengan cara menambah faktor-faktor produksi atau unit produksi yang baru. Misalnya, dibidang pertanian dengan menambah lahan.
b.       Intensifikasi, adalahperluasan produksi yang dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas dan faktor-faktor produksi yang ada pada pada tiap unit produksinya. Misalnya, dengan pemupukan tanaman dalam bidang pertanian.
c.        Difersifikasi, adalah peningkatan produksi dengan cara meningkatkan jenis dan macam produk yang dihsilkan, misalnya sistem sumpang sari dalam pertanian.

0 komentar:

Poskan Komentar